Benteng Bekasi Soroti Kinerja Pemda Kabupaten Bekasi Yang terkesan Lamban

oleh -64 views
Benteng Bekasi Soroti Kinerja Pemda Kabupaten Bekasi Yang terkesan Lamban 1

TCUNews || KABUPATEN BEKASI – Sudah hampir satu bulan sejak terjadinya kebakaran yang menghanguskan tempat tinggal nya pada tanggal 10 Februari 2026, Istijab beserta anak dan cucunya mendiami gubuk berpagar sisa spanduk dan beratap terpal bekas.

Istijab seorang warga Kampung Cabang Kebon Kopi, Desa Karang Asih, Kecamatan Cikarang Utara, yang tempat tinggalnya hangus terbakar pada 10 Februari lalu. Namun hingga kini masih berharap bantuan nyata dari pemerintah.

Benteng Bekasi Soroti Kinerja Pemda Kabupaten Bekasi Yang terkesan Lamban 2

Musibah Kebakaran akibat dugaan korsleting listrik itu meluluhlantakkan bangunan. Istijab tinggal bersama isteri,empat anak dan dua cucunya. Delapan jiwa kehilangan tempat tinggal dalam semalam.

Kini mereka bertahan di saung darurat beratap terpal dan banner bekas, mengandalkan kepedulian warga sekitar.

Yang menjadi pertanyaan, mengapa pemerintah terkesan lamban? Apakah harus menunggu sorotan publik lebih luas baru bantuan digerakkan? Ataukah pemerintah memilih seolah-olah tidak melihat bahwa ada warganya yang hidup di bawah terpal pasca musibah?

Alasan administratif ataupun alasan lainnya tidak semestinya menjadi tameng. Bantuan kemanusiaan adalah soal tanggung jawab moral dan konstitusional, bukan sekadar kelengkapan berkas.

Kabupaten Bekasi dengan geliat industri dan anggaran besar seharusnya tidak kesulitan membantu satu keluarga yang kehilangan segalanya. Jika untuk delapan jiwa saja responsnya tersendat, publik berhak mempertanyakan keseriusan sistem tanggap darurat Pemerintah.

Sugiono dan Hermansyah dari LSM Benteng Bekasi yang turun langsung ke lokasi menegaskan bahwa pihaknya akan mengawal dan memperjuangkan korban hingga mendapatkan bantuan dari pemerintah.

“Negara tidak boleh absen. Kami akan terus kawal sampai ada tindakan nyata,” tegas Hermansyah.

“Kami meminta pemerintah jangan lamban dan jangan menutup mata. Ini warganya sendiri yang terdampak musibah. Negara harus hadir, bukan hanya saat seremoni atau pencitraan” Tegas Hermansyah.

“Kami akan terus kawal sampai keluarga ini benar-benar mendapatkan bantuan dan kepastian.” Pungkas Hermansyah.

Turangga Cakra Udaksana mengatakan

“Jika pemerintah dalam hal ini tidak segera turun tangan atas musibah yang menimpa Istijab maka Ketua Umum Benteng Bekasi akan viral kan Se-Viral viral nya ke seluruh penjuru tanah air bahwa masih ada orang yabg menderita akibat musibah kebakaran di kabupaten Bekasi di duga tidak diperhatikan oleh pemerintah, Jangan salahkan kami karena ternyata di Bekasi ini jika tidak rame tidak ada tindakan.

“Jangan nunggu viral baru ada respon” Ujar Turangga Cakra Udaksana Ketua Umum Benteng Bekasi.

Sementara itu, Sugiono ditemui ditempat terpisah mengatakan

“Kasus ini menjadi cermin bagi pemerintah daerah di Kabupaten Bekasi. Di wilayah dengan geliat industri besar dan perputaran ekonomi tinggi, masih ada satu keluarga dengan tiga anak kecil yang harus tidur di bawah terpal tanpa kepastian masa depan”

“Ini bukan sekadar soal kebakaran rumah. Ini soal kehadiran negara dalam situasi darurat. Soal keberpihakan pada warga kecil yang tak memiliki daya tawar selain berharap pada empati dan tanggung jawab pemerintah” Pungkas Sugiono

Kini, Delapan jiwa itu masih menunggu. Dan setiap hari tanpa tindakan adalah cermin dari pemerintah yang terlalu lama menunda kewajibannya.(Man)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *