Bekali Keterampilan Sembelih, Juleha Kabupaten Bekasi Latih Asah Bilah dan Fiqih Sembelih 

oleh -12 views
Bekali Keterampilan Sembelih, Juleha Kabupaten Bekasi Latih Asah Bilah dan Fiqih Sembelih  1

TCUNews || BEKASI – Berkurban menjadi salah satu ibadah yang dilaksanakan ketika Hari Raya Idul adha. Proses penyembelihan hewan kurban harus memenuhi sejumlah syariat demi kehalalannya. Terdapat kiat menyembelih hewan kurban bagi para Juru Sembelih Halal (Juleha).

Terdapat empat rukun dalam penyembelihan hewan kurban, yakni pekerjaan menyembelih, orang yang menyembelih, hewan yang disembelih, serta alat untuk menyembelih. Rukun penyembelihan hewan kurban perlu dilakukan sesuai dengan yang disyariatkan. Hal ini meliputi sejak proses persiapan hingga penetapan kematian hewan kurban.

Dalam penyampaian materinya Taufiq Rachman S.Pd yang juga Pengurus Juleha Kabupaten Bekasi, menyampaikan beberapa hal yang dapat dicermati dalam memenuhi setiap rukunnya. Mulai dari juru sembelih, pastikan mereka adalah seorang Juleha muslim yang taat dalam beribadah.

“Orangnya (Juleha) juga harus muslim, taat beribadah, dan memahami ilmu dalam penyembelihan halal,” ujar Taufiq Rachman didampingi Indra Gunawan sebagai Humas Media dan Publikasi di Masjid Jami Zam Zam, Kebalen, Babelan, Kabupaten Bekasi, Sabtu (15/6/2024).

Komunikasi dan keselamatan kerja menjadi aspek penting lainnya. Selama penyembelihan hewan kurban, koordinasi dan komunikasi efektif akan mempermudah memahami prosedur serta kebutuhan kerja penyembelihan. Pahami pula istilah-istilah teknis yang lumrah digunakan dalam sektor Rumah Potong Hewan (RPH).

Keselamatan kerja selama penyembelihan kurban dapat dicapai dengan mempersiapkan Alat Pelindung Diri (APD) dan perlengkapan kerja sesuai dengan standar minimal. Penting bagi mereka menyediakan alat Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) serta dapat memberikan pertolongan pertama ketika terjadi kecelakaan kerja. Pastikan juga para Juleha menerapkan cara kerja yang aman dan sehat. Hal ini guna mengendalikan risiko sesuai instruksi kerja.

“APD ini penting ketika bekerja di lapangan, terutama sepatu bot yang di bagian depannya ada pengaman besinya. Kemudian ada juga kaos tangan baja yang biasa dipakai di tangan kiri. Apron untuk melindungi pakaian dari pancaran darah. Bisa juga pakai kacamata untuk mencegah percikan,” terangnya

Higiene dan sanitasi juga perlu dipersiapkan sesuai dengan standar. Identifikasi standar higiene dan sanitasi sesuai dengan ketentuan. Penerapan tindakannya dapat dimulai dari kebersihan diri, alat, dan lingkungan tempat penyembelihan kurban.

Sementara penyampaian pada materi asah bilah yang dipandu langsung oleh Syahrulloh S.Pd yang juga didampingi oleh Hendro menekankan pentingnya keterampilan teknis dalam merawat alat sembelih.

“Mengasah bilah bukan sekadar menajamkan besi, tapi juga mengasah keikhlasan kita dalam menjalankan tugas sebagai juru sembelih yang bertanggung jawab terhadap kehalalan daging yang dikonsumsi umat,” ujarnya.

Baba Arul biasa disapa menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian persiapan Idul adha sekaligus upaya meningkatkan kualitas pelaksanaan penyembelihan hewan kurban di masyarakat.

“Materi Asah atau pelatihan asah bilah ini merupakan kegiatan kedua yang kami selenggarakan bersama Juleha. Tahun lalu sudah kami laksanakan, dan tahun ini kami hadirkan kembali untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat, khususnya takmir masjid dan panitia kurban, terkait standar ketajaman pisau sesuai syariat,” tambahnya.

Menurutnya, ketajaman pisau merupakan aspek krusial dalam proses penyembelihan hewan kurban. Tidak hanya menyangkut teknis, tetapi juga menjadi bagian dari tuntunan syariat Islam agar hewan tidak mengalami penderitaan yang berlebihan.

Dalam pelatihan ini, peserta mendapatkan materi komprehensif mulai dari fiqih asah bilah, pengenalan jenis bilah dan teknik pengasahan, hingga praktik langsung yang dibimbing oleh para mentor berpengalaman dari pengurus Juleha Kabupaten Bekasi.

Menariknya, peserta juga akan diajak menguji hasil asahan menggunakan teknologi modern seperti mesin microscope automatic untuk melihat struktur mata pisau, serta alat uji ketajaman digital. “Menentukan ketajaman pisau itu tidak bisa sembarangan, ada tekniknya, ada standarnya. Karena itu peserta tidak hanya belajar teori, tapi juga praktik langsung dan dievaluasi hasilnya,” tandasnya.(Guns)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *